Jumat, 24 Mei 2013

Beranda » » Lindsay Lohan Ingin Undang BD Narkoba ke Tempat Rehabilitasi

Lindsay Lohan Ingin Undang BD Narkoba ke Tempat Rehabilitasi

Lindsay Lohan Ingin Undang BD Narkoba ke Tempat Rehabilitasi

Lindsay Lohan (AFP/Jason Merritt)

Liputan6.com, Jakarta : Lindsay Lohan sepertinya memang sudah kesulitan untuk menghilangkan kecanduan terhadap narkoba. Sebabnya, meski tengah berada di panti rehabilitasi, Lindsay mengundang bandar narkoba untuk mengujunginya.

Lindsay saat ini harus menjalani wajib rehabilitasi selama 90 hari di Betty Ford Center di California. Meski begitu Lindsay sangat terpaksa menjalaninya.

"Lindsay mengatakan kepada tempat rehabilitasi untuk mengundang teman laki-laki yang selama ini diketahui telah berpesta bersamanya selama bertahun-tahun dan memberikan narkotika kepadanya, termasuk kokain. Dia adalah pengaruh yang sangat-sangat buruk bagi Lindsay," kata seorang sumber, seperti dikutip Radaronline.

Namun permintaan Lindsay itu ditolak mentah-mentah oleh Betty Ford Center. Meski Betty Ford memperbolehkan artis kelahiran 2 Juli 1986 itu menerima tamu, namun tidak untuk seorang pengedar narkoba.

"Tim pengobatan Lindsay mengatakan dengan tegas bahwa ia harus memutuskan hubungan dengan si pengedar setelah dia meninggalkan panti rehabilitasi. Jika dia memang serius untuk mengatasi kecanduannya," sambung si sumber.

Selama berada di panti rehabilitasi, bintang film The Canyon itu tak kerasan. Lindsay merasa dibedakan dengan statusnya sebagai seorang selebriti.

"Lindsay marah ketika dokter mengambil obat amfetaminnya. Dia berpikir dokter melakukan itu untuk dijadikan contok karena ia seorang selebriti. Dia benci berada di sana dan menghitung hari sampai dia akan dibebaskan," lanjut si sumber.

Ini merupakan keenamkalinya Lindsay masuk panti rehabilitasi. Banyak yang meragukan kalau Lindsay akan sembuh, bahkan banyak yang menyakinkan kalau bintang film Liz & Dick itu akan kembali kumat.

Source : http://showbiz.liputan6.com/read/595690/lindsay-lohan-ingin-undang-bd-narkoba-ke-tempat-rehabilitasi