Sabtu, 29 Juni 2013

Beranda » » Jokpin: Tanpa Celana, Saya Bukan Siapa-siapa

Jokpin: Tanpa Celana, Saya Bukan Siapa-siapa

Jokpin: Tanpa Celana, Saya Bukan Siapa-siapa

Remy Sylado, Joko Pinurbo, Zawawi Imron, Acep Zamzam Noor. Foto-Foto: TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Makassar - Sastrawan Joko Pinurbo mengatakan Celana adalah puisi ciptaannya yang paling berjasa dalam menghantarkannya sebagai penyair terkenal. Ia mengaku terlambat dikenal sebagai penyair.

Dirinya mulai menulis puisi sejak di bangku SMA. Dari SMA pula ia mengenal penyair terkenal seperti Sapardi Djoko Damono dan Chairil Anwar.

Jokpin, begitu ia akrab disapa, menjalani proses belajar sastra yang lama. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana, baru diterbitkan ketika Jokpin berusia 37 tahun. "Proses belajar saya sekitar 20 tahun," ucap Jokpin dalam diskusi di Fort Rotterdam, Kamis 27 Juni 2013.

Celana diterbitkan pada tahun 1999. Meski isinya banyak salah cetak, buku itu terpilih sebagai karya terbaik dalam lomba yang diselenggarakan Yayasan Lontar. Dari sana, Jokpin semakin serius menjalani karirnya sebagai penyair. Pada tahun 2001, terbit buku kedua Jokpin, Di Bawah Kibaran Sarung.

Buku ini juga menjadi pemenang dan mendapat penghargaan dari Pusat Bahasa. Karya Jokpin lainnya terus menyusul, seperti Telepon Genggam (2003) dan Kekasihku (2004). Menurut Jokpin, karya-karyanya punya hubungan psikologis dengan karya Sapardi. Karya Jokpin hidup di dalam rekaan puisi Sapardi.

Diceritakan Aan Mansyur, yang mendampingi Jokpin dalam diskusi itu, puisi Gadis Kecil milik Sapardi dikembangkan oleh Jokpin. Dalam karya Jokpin, gadis itu kemudian tumbuh menjadi perempuan cantik. Bahkan Sapardi menjadi tokoh dalam karyanya.

Jokpin memiliki kesabaran untuk terus belajar dan berkarya lebih baik dari sebelumnya. Ia berpesan, agar mempelajari sesuatu harus secara utuh. Dia juga optimis terhadap perkembangan puisi Indonesia. "Asalkan anda (penulis) tidak termakan nafsu instan media sosial," katanya.

REZKI ALVIONITASARI

Topik terhangat:
Ribut Kabut Asap | PKS Didepak? | Persija vs Persib | Penyaluran BLSM

Berita lainnya:
Dialog di TV, Sosiolog UI Disiram Air Munarman 
Guru Ini Sebar Foto Bugil di Facebook
5 Tokoh Ini Dinilai Gunakan BLSM untuk Pencitraan
XL dan Axis Merger, Indosat Harus Waspada
Mengapa Popularitas Boediono Rendah

Source : http://www.tempo.co/read/news/2013/06/29/114492068/Jokpin-Tanpa-Celana-Saya-Bukan-Siapa-siapa